IPA Biologi Merupakan salah satu program study dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Cirebon (STAIN)
|
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon
|
|
IPA Biologi Merupakan salah satu program study dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Cirebon (STAIN)
|
E learning IPA Biologi Siap Digunakan
Submitted by admin on Tue, 10/14/2008 - 04:26
E Learning Prodi Pendidikan Biologi STAIN Cirebon sudah bisa digunakan kembali, CMS nya sendiri tetap memakai Moodle, Untuk bisa mengikuti, atau membuat kursus online silahkan kontak admin atau langsung mendaftar di sini. Mohon Maaf untuk sementara opsi untuk membuat mata kuliah online tidak diperuntukan bagi para mahasiswa. |
|
|
tiffany co jewelry tiffany &
tiffany co jewelry
tiffany & co
Tiffany Necklaces
Tiffany Charms
Tiffany Bracelets
Tiffany Earrings
Tiffany Rings
tiffany jewelry
gucci handbags/a>
gucci uk
discount mac cosmetics
There's no waver about it, this is the promote of the metro-sexual.cheap nike,jeans calvin kleinLooking opportune has never been wherefore important to men of all ages. louis vuitton handbag,gucci sneaker ,ed hardy men's shoesWith an abundance of rich leather, these premium Del Mar flip-flops by Ocean Minded will wrap your feet in comfort and sophisticated style.nike air max 2009, p90x cheap Designed to be carried over the shoulder with adjustable straps, this bag features two 21-inch handles with buckles. hugo boss jeans, ugg short,mac cosmetics outletArmani, Gucci, Hugo Boss and Calvin Klein are just some of the famously well intimate men's designers.coach handbag,jimmy shoe,ghd ironThe snap closure makes opening and closing hassle-free. ugg boots on sale, burberry outlets,cheap designer bagssire designers are ballot up on this trend and wily more and further collections for men several. discount mac cosmetics,true religion outletconvenience you could want from your tote.ed hardy outlet,ugg baileyDistinguishing itself from the entire knock-offs doing the rounds, this classy Italian-made tote comes with the Prada card of authenticity.christian louboutin boots,coach purse,chanel handbagThe upper is built with a lightweight outsole.adidas shoes men But not everyone can minister designer clothes, what's a man on a modest issue to dispatch when he needs clothes? shoes timberland, mbt womens shoes,giuseppe zanotti shoesThe slip on design provides the much needed traction to prevent slipping. womens ugg boots,ghd styler,gucci bagShopping around isn't really an alternative when you ambience fancy clothes shopping is the boisterous simulacrum of a dental visit.
Cosplay costumes
Whether you and your boyfriend appointment have three months or years, he should have a wonderful gift, such as wholesale Christmas treeand wholesale Christmas gifts to him in Christmas day.After thought as gifts are always a great way to express your feelings and love. Gift doesn't have to be expensive things. Is the creative, for your boyfriend's birthday on a pair of vibram five finger shoes , creative blindly the idea is not bad? If he is always before you buy gifts, I think you cross him you buy ugg outlet, right? Why do not you give him back again?
Aku benar-benar mencintai
Aku benar-benar mencintai situs, masyarakat Indonesia memberikan saya kesempatan untuk memahami makna dialek Anda dengan demikian, memberi saya pilihan lebih terjemahan saat menulis pada essay yang menarik. Saya juga suka berbaring-situs dan alat-alat sederhana-untuk-menggunakan navigasi. Anda perlu pembaruan ini, meskipun.
UFJUkarovjRXXtTwrj
yUIYQ2 wfezjisbngdz, [url=http://lxjervfmiosx.com/]lxjervfmiosx[/url], [link=http://bzqankvqqttw.com/]bzqankvqqttw[/link], http://bcvzqxwdbnug.com/
Maemunah- Histologi
Nama: Maemunah
NIM: 50540738
Prodi: TIPA-Biologi/ IX
MatKul: Histologi
Dosen: Djohar Maknun, S.Si., M.Si
Tugas: SP Histologi
JARINGAN DASAR HEWAN
Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan.
PENDAHULUAN
Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Sebagai contoh, otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel-jantung yang lainnya. Percabangan tersebut membantu kontraksi sel-sel dalam satu koordinasi (Campbell et al. 1999). Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya. Masing-masing jaringan dasar dibedakan lagi menjadi beberapa tipe khusus sesuai dengan fungsinya. Padasaat perkembangan embrio, lapisan kecambah (germ layers) berdiferensiasi (dengan proses yang disebut histogenesis) menjadi empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
1. Jaringan Epithelium
Jaringan epitel terdiri atas satu atau banyak lapis sel, yang menutupi permukaan dalam dan luar suatu organ. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm, mesoderm atau endoderm. Di bagian tubuh luar, epitel ini membentuk lapisan pelindung, sedangkan pada bagian dalam tubuh, jaringan epitel terdapat disepanjang sisi organ. Jaringan epitel dibedakan berdasarkan bentuk dan jumlah lapisan sel penyusunnya, yaitu (1) epithelium satu lapis (simple epithelium). Epithel ini terdiri atas sel-sel berbentuk pipih, kubus, dan silindris (batang). Epithelium pipih selapis ditemukan antara lain pada lapisan endotel pembuluh darah. Epithelium bentuk kubus ditemukan pada kelenjar
tyroid dan pembuluh darah. Epithel berbentuk silindris (batang) ditemukan pada lambung dan usus. (2) Epithelium berlapis banyak (stratified epithelium) yang dibentuk oleh beberapa lapis sel yang berbentuk pipih, kuboid, atau silindris. Epithelium ini dapat ditemukan pada kulit, kelenjar keringat, dan uretra. Beberapa lapisan pada epitheliun ini dapat berubah menjadi sel-sel yang memanjang dan disebut epithelium transisional. Epitel transisional ditemukan pada kandung kemih (vesica urinaria). Disamping itu, terdapat epithelium berlapis banyak semu (pseudostratified epithelium) yang ditemukan pada trakea.
Epitel pipih berlapis, seperti yang terdapat di pemukaan kulit kita, mampu melakukan mitosis dengan cepat. Sel-sel baru hasil mitosis menggantikan sel-sel permukaan yang mati. Epitel ini juga sebagai pelindung oragan terhadap abrasi oleh makanan yang kasar, seperti yang ditemukan pada esofagus. Sebaliknya, epitelium pipih selapis berukuran tipis dan lemah, yang cocok untuk pertukaran material dengan cara difusi. Epitel ini ditemukan pada dinding kapiler darah dan alveoli paru-paru (Campbell et al. 1999).
2. Jaringan Ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matrik ekstraseluler. Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Se-sel tersebut mensistesis matriks, dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya (Campbell et al. 1999). Jaringan ikat ini dapat dibedakan menjadi (1) jaringan ikat longgar dan (2) jaringan ikat padat, (3) jaringan lemak, (4) jaringan darah, (5) kartilago, dan (6) tulang.
Diantara enam tipe jaringan ikat, jaringan ikat longgar paling banyak ditemukan di dalam tubuh kita. Di dalam matriks jaringan ikat longgar ini hanya sedikit ditemukan serabut. Serabut penyusun jaringan ikat ini berupa kolagen. Fungsi utama jaringan ikat longgar adalah pengikat dan pengepak material, dan sebagai tumbuhan bagi jaringan dan organ lainnya. Jaringan ikat longgar di kulit membatasi dengan otot (Campbell et al. 1999).
Jaringan ikat padat/fibrous mempunyai matriks yang banyak mengandung serabut kolagen. Jaringan ini membentuk tendon sebagai tempat perlekatan otot dengan tulang, dan ligamen sebagai tempat persendian tulang dengan tulang (Campbell et al. 1999).
Jaringan lemak mengandung sel-sel lemak. Jaringan ini digunakan sebagai bantalan, dan melindungi tubuh, serta sebagai penyimpan energi. Setiap sel lemak, mengandung tetes lemak yang besar. Didalam jaringan lemak, matriks relatif sedikt (Campbell et al. 1999).
Darah adalah jaringan ikat yang tersusun sebagian besar cairan. Matriks darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam mineral, dan protein terlarut. Sel darah merah dan putih tersuspensi di dalam plasma. Darah ini berfungsi utama dalam transpor substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Disamping itu, darah juga berperan dalam sistem kekebalan (Campbell et al. 1999).
Kartilago adalah jaringan ikat yang membentuk material rangka yang fleksibel dan kuat, terdiri atas serabut kolgen yang tertanam di dalam matriks. Kartilago banyak ditemukan pada bagian ujung tulang keras, hidung, telinga, dan vertebrae (ruas-ruas tulang belakang) (Campbell et al. 1999).
Tulang keras (bone) merupakan jaringan ikat yang kaku, keras, dengan serabut kolagen yang tertanam di dalam matriks (Campbell et al. 1999). Didalam matriks sel tulang terdapat kalsium yang dapat bergerak dan diserap oleh darah. Hal ini merupakan peran penting tulang dalam proses homeostasis kadar kalsium dalam darah. Sel tulang (osteosit) terdapat di dalam ruang yang disebut lakuna. Lakuna ini mengandung satu atau beberapa osteosit. Penjuluran yang keluar dari osteosit disebut kanalikuli. Kanalikuli dari satu sel berhubungan dengan sel lainnya, sebagai bentuk komunikasi sel. Satu osteon terdiri dari sejumlah lamela konsentris yang mengelilingi kanal sentral (kanalis Haversi). Pada individu yang masih hidup, kanal sentral ini berisi pembuluh darah.
3. Jaringan Otot
Secara embriologi, jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang memanjang atau berbentuk serabut yang dapat berkontraksi karena
adanya molekul miofibril. Pada vertebrata, secara tipikal mempunyai tiga jenis otot, yaitu otot skelet (rangka), otot jantung (cardiac), dan otot polos (Campbell et al. 1999).
Otot skelet berstruktur bergaris melintang, berfungsi untuk menggerakkan rangka. Otot ini bersifat sadar (voluntary), karena mampu diatur oleh kemauan kita. Serabut ototnya mempunyai banyak nukleus yang terletak ditepi. Otot rangka mempunyai garis melintang yang gelap (pita anisotrop) dan garis terang (pita isotrop).
Otot jantung merupakan otot bergaris melintang dan bercabang. Sifat otot ini tidak sadar (involuntary), karena kontraksinya tidak bisa diatur oleh kemauan kita. Nukleus terletak ditengah sel. Pada bagian ujung sel, terdapat sambungan rapat, yang membentuk struktur pembawa sinyal untuk kontraksi dari satu sel ke sel lainnya selama denyut jantung (Campbell et al. 1999).
Otot polos berbentuk seperti spindle. Kontraksi otot polos lebih lambat dinbbandingkan otot skelet, namun mereka mampu kontraksi dalam waktu lebih lama. Otot polos bersifat tidak sadar (involuntary), seperti otot jantung. Otot polos ditemukan pada banyak organ tubuh, diantaranya terdapat pada dinding pembuluh darah dan melapisi organ dalam seperti usus dan uterus. Membran plasmanya disebut sarkolema dan sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma. Sitoplasma yang mengandung miofibril dengan ketebalan mencapai 1 mikron.
4. Jaringan Saraf
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yaitu sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia
merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell et al. 1999).
ALAT DAN BAHAN
Alat dan Bahan :
1. Mikroskop cahaya
2. Preparat awetan epitelium pipih, kubus, dan kolumner selapis.
3. Preparat awetan jaringan ikat.
4. Preparat awetan otot polos, skelet, dan jantung.
5. Preparat awetan jaringan saraf.
CARA KERJA
Preparat Epitelium.
1. Mintalah preparat epitelium pipih, kubus, dan kolumner selapis pada asisten anda dan dengan menggunakan mikroskop, amati preparat dengan perbesaran lemah (10X10), kemudian dengan perbesaran kuat (10X40).
2. Gambar hasil pengamatan anda baik dengan perbesaran lemah dan perbesaran kuat. Dengan perbesaran kuat, amati setiap tipe epitelium : bentuk sel, jumlah inti, letak inti, dan ciri morfologi lainnya. Lengkapi gambar anda dengan keterangan.
Preparat Tulang Padat.
1. Mintalah preparat tulang padat pada asisten anda dan dengan menggunakan mikroskop, amati preparat dengan perbesaran lemah (10X10), kemudian dengan perbesaran kuat (10X40).
2. Gambar hasil pengamatan anda baik dengan perbesaran lemah dan perbesaran kuat. Dengan perbesaran kuat, amati satu buah sistem osteon, yang terdiri atas lakuna, kanal sentral, lamela tulang, kanalikuli, dan kanalis Haversi. Lengkapi gambar anda dengan keterangan.
Preparat Otot Polos.
1. Mintalah preparat otot polos pada asisten anda dan dengan menggunakan mikroskop, amati preparat dengan perbesaran lemah (10X10), kemudian dengan perbesaran kuat (10X40).
2. Gambar hasil pengamatan anda dan beri keterangan selengkapnya.
Preparat Otot Skelet.
1. Mintalah preparat otot skelet pada asisten anda dan dengan menggunakan mikroskop, amati preparat dengan perbesaran lemah (10X10 ), kemudian dengan perbesaran kuat (10X40).
2. Amati preparat otot serat melintang irisan membujur dan irisan melintang, dengan menggunakan perbesaran kuat tentang bentuk sel yang berupa serabut dan adanya inti, garis gelap (anisotrop) dan garis terang (isotrop). Dimanakah letak intinya?
3. Gambar preparat anda dan beri keterangan selengkapnya.
Preparat Otot Jantung.
1. Mintalah preparat otot jantung pada asisten anda dan dengan menggunakan mikroskop, amati preparat dengan perbesaran lemah (10X10 ), kemudian dengan perbesaran kuat (10X40).
2. Amati preparat anda dengan menggunakan perbesaran lemah dan kuat dan bandingkan dengan preparat otot rangka.
3. Gambar preparat anda dan beri keterangan selengkapnya.
Preparat Jaringan Saraf.
1. Mintalah jaringan saraf pada asisten anda dan dengan menggunakan mikroskop, amati preparat dengan perbesaran lemah (10X10), kemudian dengan perbesaran kuat (10X40).
2. Gambar hasil pengamatan anda baik dengan perbesaran lemah dan perbesaran kuat. Dengan perbesaran kuat, amati satu neuron : badan sel, inti, akson, dan dendrit. Lengkapi gambar anda dengan keterangan.
YOPI RESUM HISTOLOGI
NAMA : YOPI SOLEHUDIN
NIM : 50540761
PRODI : IPA-BIOLOGI
TUGAS SEMESTER PENDEK (SP) HISTOLOGI
JARINGAN HEWAN
Struktur tubuh hewan tersusun atas sel, jaringan, organ dan system organ. Berbagai struktur organ akan menyusun individu. Sel hewan adalah unit terkecil secara structural dan fungsional penyusun individu hewan. Untuk mendukung fungsi tersebut sel tersusun oleh organel. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama terdapat empat jaringan utama penyusun individu, yaitu jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf.
A. Jaringan Hewan
1. Jaringan epithelium Berfungsi untuk melindungi permukaan luar dan dalam organ.
Berdasarkan struktur :
• Epithelium pipih (squamous)
• Epithelium batang (columnar/silindris)
• Epithelium kubus (cuboidal)
Berdasarkan susunan sel terdapat epithelim sederhana dan epithelium komplex:
• Epithelium pipih
• epithelium pipih selapis
Untuk proses difusi,osmosis, filtrsai dan sekresi. Terdapat pada pembuluh limfe, pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, selaput perut.
Gambar 1. Epithelium squamosum selapis
epithelium pipih berlapis Sebagai pelindung Terdapat pada epithelium rongga mulut, rongga hidung, esophagus.
Epithelium silindri
• sepithelium silindris berlapis tunggal Untuk penyerapan sari-sari makanan pada usus halus (jejunum dan Ileum) dan untuk sekeresi sebagai sel kelenjar.
Gambar 2. Epithelium Silindris Selapis
• epithelium silindris berlapis banyak Sebagai pelindung dan sekresi
• epithelium berlapis banyak semu (pseudocolumner) Untuk proteksi, sekresi dan gerakan yang melalui permukaan.
Epithelium kubus
• epithelium kubus berlapis tunggal Untuk sekresi dan pelindung Terdapat pada lensa mata dan nefron ginjal
Gambar 3 .Epithelium cuboidal selapis
• epithelium kubus berlapis benyak Sebagai pelindung dari gesekan dan pengelupasan,sekresi dan absorbsi.
Gambar 4. Epithelium Cuboidal berlapis banyak
Epithelium Transisional Merupakan jaringan epithelium yang tidak dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya karena bentuknya berubah seiring dengan berjalannya fungsinya. Terdapat pada ereter, urethra, kantong kemih.
Epithelium kelenjar Merupakan jaringan epitjelium yang khusus berperan untuk sekresi zat untuk membantu proses fisiologis.
Dibedakan menjadi kelenjar eksokren dan endokren:
• Kelenjar eksokren Kelenjar yang berada di jaringan kulit atau bawah kulit Untuk membantu metabolisme dan komunikasi
• Kelenjar endokren. Kelenjar yang terlaetak di dalam tubuh dan sering disebut sebgai kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran bagi sekretya sehingga sekretnya langsung dilepas ke darah.Fungsi untuk metabolisme
2. Jaringan ikat biasa Berfungsi untuk melindungi jaringan dan organ dan mengikat sel-sel untuk membentuk jaringan dan mengikat jaringan dan jaringan untuk membentuk organ.
Jaringan ikat tersusun atas matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Matriks adalah bahan dasar sesuatu melekat.
Sel-sel jaringan ikat:
• Fibroblas : berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk matriks
• Makrophag : tidak mempunyai bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis
• Sel lemak : menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak
• Sel plasma : Berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi utnuk meghasilkan antibody.
• Sel tiang (mast cell) : berfungsi untuk heparin dan histamine
Gambar 5. Mast Cell
Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya:
• Jaringan ikat longgar Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin.Berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari jaringan lainnya.
• Jaringan ikat padat Bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat sehingga cairannya berkurang. Berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti pada katub jantung, kapsul persendian, fasia, tendon dan ligamen.
3. Kartilago (Tulang Rawan) Berfungsi untuk memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka baik pada embrio maupun pada saat dewasa.
Berdasarkan susunan dan matriksnya, kartilago dibedakan menjadi tiga, yaitu :
• Kartilago Hyalin Matriksnya berwarna putih kebiruan dan transparan, dengan konsentrasi serat elastis yang tinggi. Berperan sebagai rangka pada saat embrio, pada orang dewasa terdapat melapisi permukaan sendi antartulang persendian, saluran pernafasan dan ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada.
• Kartilago fibrosa Matriksnya berwarna gelap dan keruh, dengan serabut kolagen yang tersusun sejajar dan membentuk satu berkas sehingga bersifat keras.
• Kartilago elastic Matriksnya berwarna kuning dengan serabut kolagen yang berbentuk seperti jala.
4. Osteon (Jaringan Tulang Sejati)
Gambar 6. Osteon
Berdasarkan kepadatan matriks ada atau tidak ada rongga di dalamnya , tulang dibedakan menjadi dua, yaitu :
• Tulang kompak (keras) Tersusun atas matriks yang rapat.
• Tulang Spons (bunga karang) Matriksnya tersusun longgar.
5. Jaringan darah Berfungsi untuk pengangkutan CO2 dan O2, sari-sari makanan, hormon, sisa metabolisme dan alat pertahanan tubuh.
Gambar 7. Komponen penyusun darah
Komponen penyusunnya adalah eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah puith), dan trombosit (keping darah).
• Eritrosit Tidak mempunyai inti sel dan sitoplasmanya mengandung hemoglobin.
• Leukosit Mengandung inti sel dan dapat bergerak. Terbagi menjadi dua, yaitu leukosit agranuler dan leukosit granuler.
• Trombosit Tidak memiliki inti dan mudah pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar. Dapat melepaskan enzim tromboplastin yang berperan dalam pembekuan darah.
6. Limfe (Jaringan Getah Bening Tersusun atas sel-sel limfosit dan makrophag serta serat-serat retikuler yang menjadi rangka untuk menahan timbunan lim[posit dan macrophage.
Gambar 8. Letak Kelenjar Limfe
7. Jaringan Otot Tersusun atas sel-sel otot. Mempunyai sifat kontraktibilitas dan relaksibilitas.
Gambar 9. Otot
Jaringan otot berdasarkan struktur penyusunnya dibedakan menjadi tiga, yaitu:
• Otot Polos Bekerja lamban tidak di bawah pengaruh otak.
• Otot Jantung Merupkan otot khusus penyusun organ jantung. Keistimewaanya adalah bekerja tidak di bawah pengaruh otak namun dapat berkontraksi secara ritmis dan terus menerus.
• Otot lurik Berkontraksi cepat tetapi tidak mampu bekerja dalam waktu yang lama. Otot lurik bekerja di bawah pengaruh otak dan melekat pada rangka tubuh sehingga sering disebut sebagai otot rangka.
8. Jaringan Lemak Tersusun atas sel-sel lemak dan matriks. Jaringan lemak bersal dari sel-sel mesenkim. Fungsi jaringan lemak adalah untuk cadangan energi,penjaga kestabilan tubuh danproteksi mekanis.
Jaringan Syaraf Jaringan syaraf tersusun atas sel-sel syaraf (neuron). Jaringan syaraf merupakan perkembangan dari lapisan embrional ectoderm. Jaringan syaraf sangat penting untuk mengatur kerja organ-organ tubuh bersama system hormon.
Gambar 11. Jaringan Syaraf
9. Organ Hewan Merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang berbeda-beda untk mendukung satu fungsi atau lebih.
Berdasarkan letaknya organ dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam misalnya hati dan jantung. Organ luar misalnya kulit, mata, telinga dan hidung.
10. Sistem Organ Sistem organ adalah gabungan dari beberapa organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu. Pada tubuh hewan tingkat tinggi setidaknya terdapat 9 macam system organ.
11. Transplantasi Organ
Transplantasi organ adalah proses pencangkokan organ tubuh manusia atau hewan yang satu ke manusia atau hewan yang lainnya.
Transplantasi paling aman jika jaringan atau organ yang ditransplantasikan barasal dari tubuh sendiri, Contohnya kulit.
JARINGAN MANUSIA
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Jaringan Pada Manusia
1. Jaringan Otot
Jaringan otot adalah jaringan yang memiliki fungsi untuk pergerakan anggota tubuh agar dapat bergerak.
Membran sel otot disebut sarcolema.
Plasmanya disebut sarkoplasma.
Jenis-jenis jaringan otot:
a. Otot polos (otot licin)
Berujung runcing dan memiliki inti sel yang terletak ditengah.
Terdapat pada bagian dalam tibuh, misalnya pada dinding saluran pencernaan makanan (usus dan lambung), didnding pembuluh darah dan dinding saluran pernapasan.
Sifat gerakannya : menurut kehendak kita dan tidak tahan kelelahan
b. Otot rangka (otot lurik)
Dalam 1 serabut otot lurik terdapat banyak inti yg terletak dibagian pinggir.
Miofibril otot ini memiliki garis-garis gelap dan terang.
Melekat pada rangka.
Sifat gerakannya : menurut kehendak kita dan tidak tahan kelelahan
c. Otot jantung
Sama seperti otot lurik tetapi memiliki inti sel yang terletak dibagian tengah,
Keistimewaan : sel nya bercabang-cabang dan saling berhubungan melaui ujung-ujungnya.
Merupakan pembentuk jantung
Sifat gerakannya : tidak menurut kehendak kita dan tahan kelelahan
Perbedaan antara otot Polos, Otot Rangka, dan Otot Jantung
Otot Polos Otot Rangka Otot jantung
Struktur sel Berinti satu di tengah Berinti banyak di tepi Berinti satu di tengah, serabut otot bersinsitium, termasuk otot lurik
Sifat kerja Tidak sadar (involunter) Sadar (volunter) Tidak sadar (involunter)
Reaksi
thdp rangsang Lambat Cepat Lambat
Letak Pada dinding daluran tubuh, pembuluh darah, usus Melekat pada rangka tubuh Pada dinding jantung
2. Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang berfungsi untuk melindungi permukaan organ tubuh.
Jenis Epitel Fungsi Keterangan
Epitel pipih Pertukan zat secara difusi dan filtrasi Contoh :
Epitel pembuluh darah
Epitel rongga mulut
Epitel kubus Sekresi dan abrsorbsi Lokasi :
Pada ginjal.
Epitel silindris Sekresi, arbsopsi, dan proteksi. Contoh :
Epitel pada usus
3. Jaringan Pengikat
Jaringan ikat adalah jaringan yang memiliki fungsi dan tujuan untuk mengikat suatu jaringan dengan jaringan yang lainnya.
4. Jaringan Tulang
Jaringan tulang berfungsi untuk menunjang anggota tubuh / badan serta untuk memperlancar gerakan.
Jaringan tulang tersusun oleh sel-sel tulang. Diantara sel-sel tulang terdapat bahan dasar (matriks) yang mengandung zat kapur.
Zat kapur yang menyebabkan tulang menjadi keras.
5. Jaringan Tulang Rawan (kartilago = chondrion)
Disusun oleh sel-sel tulang rawan.
Sel tulang rawan disebut chondriocyt yang berasal dari chondrioblast ( sel tulang rawan muda).
Selaput pembungkus tulang rawan disebut perikondrium yang berfungsi membentuk tulang rawan pada orang dewasa. Sedangkan pada janin, tulang rawan berasal dari jaringan ikat embrional.
Tulang rawan terrapat pada persendian dan daun telinga.
6. Jaringan Darah
Jaringan darah adalah jaringan yang berfungsi untuk mengedarkan zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.
Jaringan darah terdiri atas dua komponen yaitu sel darah dan plasma darah (cairan darah).
Darah terbagi atas:
1. Sel darah : sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) (terdiri dari monosit, limfosit, eosinofil, basofil, dan neutrofil), serta keping darah (trombosit).
2. Plasma darah
3. Serabut = benang-benang fibrin
7. Jaringan saraf
Jaringan saraf merupakan jaringan dasar yang terdapat hampir di seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi.
Fungsi jaringan saraf menerima dan meneruskan rangsangan.
Tempat hubungan neuron yang satu dengan yang lainnya disebut sinapsis.
Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron.
Neuron terdiri dari :
• Badan Sel
• Dendrit
Dendrid membawa rangsang ke badan sel. Akson meneruskan impuls ke sel saraf lainnya.
• Akson (neurit)
Akson berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lainnya.
Akson diseliputi oleh selubung neurelemma (sel schwann) di sebelah luar dan selubung myelin di sebelah dalam. Plasma pada akson disebut aksoplasma.
8. Jaringan Lemak
Jaringan ini berbentuk longgar, tersusun oleh sel-sel lemak, bentuk poligon.
Memiliki sebuah rongga yg berisi tetes-tetes lemak.
Jaringan lemak berfungsi menyimpan lemak, cadangan makanan, bantalan, proteksi, dan isolasi panas (menghindari hilangnya panas tubuh).
YOPI RESUM HISTOLOGI
NAMA : YOPI SOLEHUDIN
NIM : 50540761
PRODI : IPA-BIOLOGI
TUGAS SEMESTER PENDEK (SP) HISTOLOGI
JARINGAN HEWAN
Struktur tubuh hewan tersusun atas sel, jaringan, organ dan system organ. Berbagai struktur organ akan menyusun individu. Sel hewan adalah unit terkecil secara structural dan fungsional penyusun individu hewan. Untuk mendukung fungsi tersebut sel tersusun oleh organel. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama terdapat empat jaringan utama penyusun individu, yaitu jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf.
A. Jaringan Hewan
1. Jaringan epithelium Berfungsi untuk melindungi permukaan luar dan dalam organ.
Berdasarkan struktur :
• Epithelium pipih (squamous)
• Epithelium batang (columnar/silindris)
• Epithelium kubus (cuboidal)
Berdasarkan susunan sel terdapat epithelim sederhana dan epithelium komplex:
• Epithelium pipih
• epithelium pipih selapis
Untuk proses difusi,osmosis, filtrsai dan sekresi. Terdapat pada pembuluh limfe, pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, selaput perut.
Gambar 1. Epithelium squamosum selapis
epithelium pipih berlapis Sebagai pelindung Terdapat pada epithelium rongga mulut, rongga hidung, esophagus.
Epithelium silindri
• sepithelium silindris berlapis tunggal Untuk penyerapan sari-sari makanan pada usus halus (jejunum dan Ileum) dan untuk sekeresi sebagai sel kelenjar.
Gambar 2. Epithelium Silindris Selapis
• epithelium silindris berlapis banyak Sebagai pelindung dan sekresi
• epithelium berlapis banyak semu (pseudocolumner) Untuk proteksi, sekresi dan gerakan yang melalui permukaan.
Epithelium kubus
• epithelium kubus berlapis tunggal Untuk sekresi dan pelindung Terdapat pada lensa mata dan nefron ginjal
Gambar 3 .Epithelium cuboidal selapis
• epithelium kubus berlapis benyak Sebagai pelindung dari gesekan dan pengelupasan,sekresi dan absorbsi.
Gambar 4. Epithelium Cuboidal berlapis banyak
Epithelium Transisional Merupakan jaringan epithelium yang tidak dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya karena bentuknya berubah seiring dengan berjalannya fungsinya. Terdapat pada ereter, urethra, kantong kemih.
Epithelium kelenjar Merupakan jaringan epitjelium yang khusus berperan untuk sekresi zat untuk membantu proses fisiologis.
Dibedakan menjadi kelenjar eksokren dan endokren:
• Kelenjar eksokren Kelenjar yang berada di jaringan kulit atau bawah kulit Untuk membantu metabolisme dan komunikasi
• Kelenjar endokren. Kelenjar yang terlaetak di dalam tubuh dan sering disebut sebgai kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran bagi sekretya sehingga sekretnya langsung dilepas ke darah.Fungsi untuk metabolisme
2. Jaringan ikat biasa Berfungsi untuk melindungi jaringan dan organ dan mengikat sel-sel untuk membentuk jaringan dan mengikat jaringan dan jaringan untuk membentuk organ.
Jaringan ikat tersusun atas matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Matriks adalah bahan dasar sesuatu melekat.
Sel-sel jaringan ikat:
• Fibroblas : berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk matriks
• Makrophag : tidak mempunyai bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis
• Sel lemak : menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak
• Sel plasma : Berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi utnuk meghasilkan antibody.
• Sel tiang (mast cell) : berfungsi untuk heparin dan histamine
Gambar 5. Mast Cell
Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya:
• Jaringan ikat longgar Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin.Berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari jaringan lainnya.
• Jaringan ikat padat Bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat sehingga cairannya berkurang. Berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti pada katub jantung, kapsul persendian, fasia, tendon dan ligamen.
3. Kartilago (Tulang Rawan) Berfungsi untuk memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka baik pada embrio maupun pada saat dewasa.
Berdasarkan susunan dan matriksnya, kartilago dibedakan menjadi tiga, yaitu :
• Kartilago Hyalin Matriksnya berwarna putih kebiruan dan transparan, dengan konsentrasi serat elastis yang tinggi. Berperan sebagai rangka pada saat embrio, pada orang dewasa terdapat melapisi permukaan sendi antartulang persendian, saluran pernafasan dan ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada.
• Kartilago fibrosa Matriksnya berwarna gelap dan keruh, dengan serabut kolagen yang tersusun sejajar dan membentuk satu berkas sehingga bersifat keras.
• Kartilago elastic Matriksnya berwarna kuning dengan serabut kolagen yang berbentuk seperti jala.
4. Osteon (Jaringan Tulang Sejati)
Gambar 6. Osteon
Berdasarkan kepadatan matriks ada atau tidak ada rongga di dalamnya , tulang dibedakan menjadi dua, yaitu :
• Tulang kompak (keras) Tersusun atas matriks yang rapat.
• Tulang Spons (bunga karang) Matriksnya tersusun longgar.
5. Jaringan darah Berfungsi untuk pengangkutan CO2 dan O2, sari-sari makanan, hormon, sisa metabolisme dan alat pertahanan tubuh.
Gambar 7. Komponen penyusun darah
Komponen penyusunnya adalah eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah puith), dan trombosit (keping darah).
• Eritrosit Tidak mempunyai inti sel dan sitoplasmanya mengandung hemoglobin.
• Leukosit Mengandung inti sel dan dapat bergerak. Terbagi menjadi dua, yaitu leukosit agranuler dan leukosit granuler.
• Trombosit Tidak memiliki inti dan mudah pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar. Dapat melepaskan enzim tromboplastin yang berperan dalam pembekuan darah.
6. Limfe (Jaringan Getah Bening Tersusun atas sel-sel limfosit dan makrophag serta serat-serat retikuler yang menjadi rangka untuk menahan timbunan lim[posit dan macrophage.
Gambar 8. Letak Kelenjar Limfe
7. Jaringan Otot Tersusun atas sel-sel otot. Mempunyai sifat kontraktibilitas dan relaksibilitas.
Gambar 9. Otot
Jaringan otot berdasarkan struktur penyusunnya dibedakan menjadi tiga, yaitu:
• Otot Polos Bekerja lamban tidak di bawah pengaruh otak.
• Otot Jantung Merupkan otot khusus penyusun organ jantung. Keistimewaanya adalah bekerja tidak di bawah pengaruh otak namun dapat berkontraksi secara ritmis dan terus menerus.
• Otot lurik Berkontraksi cepat tetapi tidak mampu bekerja dalam waktu yang lama. Otot lurik bekerja di bawah pengaruh otak dan melekat pada rangka tubuh sehingga sering disebut sebagai otot rangka.
8. Jaringan Lemak Tersusun atas sel-sel lemak dan matriks. Jaringan lemak bersal dari sel-sel mesenkim. Fungsi jaringan lemak adalah untuk cadangan energi,penjaga kestabilan tubuh danproteksi mekanis.
Jaringan Syaraf Jaringan syaraf tersusun atas sel-sel syaraf (neuron). Jaringan syaraf merupakan perkembangan dari lapisan embrional ectoderm. Jaringan syaraf sangat penting untuk mengatur kerja organ-organ tubuh bersama system hormon.
Gambar 11. Jaringan Syaraf
9. Organ Hewan Merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang berbeda-beda untk mendukung satu fungsi atau lebih.
Berdasarkan letaknya organ dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam misalnya hati dan jantung. Organ luar misalnya kulit, mata, telinga dan hidung.
10. Sistem Organ Sistem organ adalah gabungan dari beberapa organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu. Pada tubuh hewan tingkat tinggi setidaknya terdapat 9 macam system organ.
11. Transplantasi Organ
Transplantasi organ adalah proses pencangkokan organ tubuh manusia atau hewan yang satu ke manusia atau hewan yang lainnya.
Transplantasi paling aman jika jaringan atau organ yang ditransplantasikan barasal dari tubuh sendiri, Contohnya kulit.
JARINGAN MANUSIA
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Jaringan Pada Manusia
1. Jaringan Otot
Jaringan otot adalah jaringan yang memiliki fungsi untuk pergerakan anggota tubuh agar dapat bergerak.
Membran sel otot disebut sarcolema.
Plasmanya disebut sarkoplasma.
Jenis-jenis jaringan otot:
a. Otot polos (otot licin)
Berujung runcing dan memiliki inti sel yang terletak ditengah.
Terdapat pada bagian dalam tibuh, misalnya pada dinding saluran pencernaan makanan (usus dan lambung), didnding pembuluh darah dan dinding saluran pernapasan.
Sifat gerakannya : menurut kehendak kita dan tidak tahan kelelahan
b. Otot rangka (otot lurik)
Dalam 1 serabut otot lurik terdapat banyak inti yg terletak dibagian pinggir.
Miofibril otot ini memiliki garis-garis gelap dan terang.
Melekat pada rangka.
Sifat gerakannya : menurut kehendak kita dan tidak tahan kelelahan
c. Otot jantung
Sama seperti otot lurik tetapi memiliki inti sel yang terletak dibagian tengah,
Keistimewaan : sel nya bercabang-cabang dan saling berhubungan melaui ujung-ujungnya.
Merupakan pembentuk jantung
Sifat gerakannya : tidak menurut kehendak kita dan tahan kelelahan
Perbedaan antara otot Polos, Otot Rangka, dan Otot Jantung
Otot Polos Otot Rangka Otot jantung
Struktur sel Berinti satu di tengah Berinti banyak di tepi Berinti satu di tengah, serabut otot bersinsitium, termasuk otot lurik
Sifat kerja Tidak sadar (involunter) Sadar (volunter) Tidak sadar (involunter)
Reaksi
thdp rangsang Lambat Cepat Lambat
Letak Pada dinding daluran tubuh, pembuluh darah, usus Melekat pada rangka tubuh Pada dinding jantung
2. Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang berfungsi untuk melindungi permukaan organ tubuh.
Jenis Epitel Fungsi Keterangan
Epitel pipih Pertukan zat secara difusi dan filtrasi Contoh :
Epitel pembuluh darah
Epitel rongga mulut
Epitel kubus Sekresi dan abrsorbsi Lokasi :
Pada ginjal.
Epitel silindris Sekresi, arbsopsi, dan proteksi. Contoh :
Epitel pada usus
3. Jaringan Pengikat
Jaringan ikat adalah jaringan yang memiliki fungsi dan tujuan untuk mengikat suatu jaringan dengan jaringan yang lainnya.
4. Jaringan Tulang
Jaringan tulang berfungsi untuk menunjang anggota tubuh / badan serta untuk memperlancar gerakan.
Jaringan tulang tersusun oleh sel-sel tulang. Diantara sel-sel tulang terdapat bahan dasar (matriks) yang mengandung zat kapur.
Zat kapur yang menyebabkan tulang menjadi keras.
5. Jaringan Tulang Rawan (kartilago = chondrion)
Disusun oleh sel-sel tulang rawan.
Sel tulang rawan disebut chondriocyt yang berasal dari chondrioblast ( sel tulang rawan muda).
Selaput pembungkus tulang rawan disebut perikondrium yang berfungsi membentuk tulang rawan pada orang dewasa. Sedangkan pada janin, tulang rawan berasal dari jaringan ikat embrional.
Tulang rawan terrapat pada persendian dan daun telinga.
6. Jaringan Darah
Jaringan darah adalah jaringan yang berfungsi untuk mengedarkan zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.
Jaringan darah terdiri atas dua komponen yaitu sel darah dan plasma darah (cairan darah).
Darah terbagi atas:
1. Sel darah : sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) (terdiri dari monosit, limfosit, eosinofil, basofil, dan neutrofil), serta keping darah (trombosit).
2. Plasma darah
3. Serabut = benang-benang fibrin
7. Jaringan saraf
Jaringan saraf merupakan jaringan dasar yang terdapat hampir di seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi.
Fungsi jaringan saraf menerima dan meneruskan rangsangan.
Tempat hubungan neuron yang satu dengan yang lainnya disebut sinapsis.
Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron.
Neuron terdiri dari :
• Badan Sel
• Dendrit
Dendrid membawa rangsang ke badan sel. Akson meneruskan impuls ke sel saraf lainnya.
• Akson (neurit)
Akson berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lainnya.
Akson diseliputi oleh selubung neurelemma (sel schwann) di sebelah luar dan selubung myelin di sebelah dalam. Plasma pada akson disebut aksoplasma.
8. Jaringan Lemak
Jaringan ini berbentuk longgar, tersusun oleh sel-sel lemak, bentuk poligon.
Memiliki sebuah rongga yg berisi tetes-tetes lemak.
Jaringan lemak berfungsi menyimpan lemak, cadangan makanan, bantalan, proteksi, dan isolasi panas (menghindari hilangnya panas tubuh).
RESUM HISTOLOGI
NAMA: HERNI HERNAWATI
NIM: 50540728
TUGAS SEMESTER PENDEK HISTOLOGI
DOSEN PA JOHAR MAKNUN M.SI
RESUME HISTOLOGI
Jaringan epitel terikat erat pada jaringan konektif yang terletak di bawahnya oleh selaput tipis yang disebut jaringan epitel berfungsi memelihara suatu selisih konsentrasi antara cairan pada suatu sisi lembaran selnya dan cairan pada sisi yang lain.
Epitel dengan lembaran setebal satu sel disebut epitel selapis, dan lembaran-lembaran epitel yang berlapis banyak disebut epitel berlapis.
Epitel Selapis Epitel Berlapis
Skuamosa (gepeng) Berlapis Skuamosa (gepeng)
Kuboida ( kubis ) Berlapis Kuboida ( kubis )
Kolomnar ( torak ) Berlapis Kolomnar ( torak )
Berlapis – Semu Transisional
Endothelium adalah jenis epitel selapis geluh darah, jantung, saluran limpa (getah bening) dan sum-sum tulang ia membentuk limpa. Mesotelium adalah jenis jaringan yang sama dengan yang dijumpai pada yang disebut membrane serosa yang menjadi pelapis rongga-rongga peritoneum, pleura dan pericardium dari tubuh. Akan tetapi, endotel dan mesotel itu tidak dapat dibedakan secara morfologis kecuali karena lokasinya. Mereka berasal dari mesoderm dan mesenkima dan dikatakan berkaitan dengan jaringan konektif (penyambung) primitif. Epitel transisional. Epitel transisional (peralihan) adalah suatu epitel berlapis dengan sel-sel permukaan yang tidak termasuk kategori yan benar-benar skuamosa, kubis, atau torak. Epitel transisional dijumpai dalam saluran urine dimana mereka telah menyesuaikan perpanjangan yang besar bila saluran itu terisi urin tempat terbaik untuk memeriksa jenis epitel ini adalah didalam kantung kemih. Jika ia tidak memanjang, sel-sel permukaanya tampak bulat, tetapi dalam posisi terlentang, sel-sel permukaanya tampak Skuamosa. Mereka dapat ditarik menjadi lembaran tipis, karena membran mereka membentuk lipatan-lipatan yang memberikan daerah membran ekstra dalam keadaan terlentang.
Jaringan Konektif Sejati
Dalam jaringan konektif (penyambung) dan penunjang, susunan sel dan bahan interseluler sangat berbeda dari yang terlihat pada epitel. Sel-sel itu tidak terdapat berimpitan rapat satu sama lainnya dalam bentuk lembaran lembaran atau tali, tetapi mereka lebih kurang terletak berpencaran kadang-kadang tidak berhubungan satu sama lain.
Jenis sel yang paling sering terdapat dalam jaringan ini mempunyai bentuk bercabang tak teratur, kadang-kadang disebut Stellata. Nukleusnya agak menggelembung dan Sitoplasmanya agak granuler dan memanjang dalam bentuk proses. Dalam jaringan konektif (jaringan yang mengandung matriks lunak, dan lentur) yang tersusun secara longgar, sel-sel itu disebut Fibroblas, dalam tulang-rawan, mereka disebut Kondrosit, dan dalam tulang, Osteosit.
Sel Jaringan Penyambung
Fibroblast, jaringan penyambung. Primitive berkembang dari mesoderm dan secara rostal dari Ektoderm. Ia merupakan suatu kumpulan bahan dasar yang lunak dan menyerupai jelai dengan bebeapa sel yang terpancar lebar, yang tampak tipis dan seperti laba-laba. Populasi Fibroblas dalam jaringan penyambung tidak statis atau tetap. Jika terjadi luka, Fibroblas baru dapat dicari dari populasi sel-sel Mesenkima yang belum terdiferensiasi yang tampaknya bertahan dalam jaringan setelah perkembangan embrional mereka. Suatu mikrograf elektron dari Fibroblas yang aktif dilukiskan dan menunjukan sel dengan nuklens besar, dere5tan-deretan luas dari reticulum endoplasma kasar sisterna, ribosom, suatu komples golgi, dan Mitokondria – suatu sel yang tampaknya aktif membuat bahan untuk tujuan sekresi.
Pembentukan serat-serat kolagen terjadi sebagai berikut : asam amino disentesa menjadi rantai-rantai polipeptida dalam kaitan dengan riboson dari reticulum endoplasma kasar, protein yangterbentuk itu dibawa kekompleks Golgi dan diproses lebih lanjut.
Tulang Rawan (Cartilage)
Dalam jaringan-jaringan penunjang seperti tulang rawan dan tulang, sifat matriksnya bervariasi. Dalam tulangrawan, bahan dasarnya setengah rapuh dan mengandung suatu kompleks protein karohidrat yang dikenal sebagai kondromukoid, pada hidrolisis parsial kondromukoid itu menghasilkan asam sulfat kondroitin. Kondromukoid adalah PAS positif dan basofil dan berwarna biru secara metakromotis dengan toluidin, karena ia mengandung kondroitin sulfat sebagai Proteoglikan yang terkemuka dalam bahan dasar.
PERKEMBANGAN TULANG RAWAN
Tulang rawan merupakan kerangka pada embrio dan pada individu dewasa, gelengan-gelengan trakea menjadi contohnya. Dalam seluruh matriks serat-serat kolagen terdapat banyak serat tulang rawan yang terjalin satu sama lain seperti halnya di dalam matriks cair dari jaringan areolar, sel-selnya terletak dalam ruangan-ruangan kecil dalam matriks yang disebut lacuna.
Jenis-jenis tulang rawan
Tulang rawan terdapat dalam tiga bentuk berserat (Fibrous), hlain dan elastic ; bentuk-bentuk ini dibedakan karena sifat-sifat mereka, perbandingan relative dari jenis-jenis seratnya, konsistensi matriksnya, yang bervariasi dari lentur dan luwes (seperti pada tulang rawan Fibrosa) sampai elastic dan mudah dibentuk (tulang rawan elastic) sampai ulet dan kuat mendukung beban (tulang rawan hialin). Fungsi tulang rawan beraneka ragam dan berguna untuk organisme dalam banyak cara.
Tulang
Pembandingan antara tulang dan tulang rawan sebagai jaringan
Baik tulang maupun tulang rawan adalah bentuk-bentuk jaringan penyambung padat yangterspesialisasi, yang matriksnya lentur dan luwes, kedua jaringan itu melakukan fungsi kerangka yang bersifat structural dan menanggung beban di dalam tubuh. Tulang secara arsitektur direncanakan sebagai jaringan yang ringan tapi luar biasa kuat untuk menanggung beban yang garis-garis kekuatannya mengikuti garis-garis tekanan yang diakibatkan oleh dukungan beban, untuk melaksanakan hal ini, matriksnya termineralisasi sepanjang susunansusunan serat yang tinggi pengorganisasiannya.
Pada kedua jaringan itu, sel-sel yang membentuk dan memelihara matriks terperangkap di dalam kulit keras matriks yang disebut Lakuna, tetapi bentuk dan penyebaran Lakuna ini bersifat khas untuk masing-masing jenis jaringan.
PERKEMBANGAN
Tulang selalu terbentuk dalam kerangka jaringan penyambung ( connective tissue) yang telah ada sebelumnya.
A. Pembentukan Spikula-Spikula Matriks
1. Intramembran (intramembranous) – Spikula-Spikulanya langsung diendapkan dalam mesenkima (mesenchyme)
2. Penggantian tulang rawan (Cartilage replacement)
a. Pembentukan tulang sekeliling bagian luar dari tulang rawan (Perikondral)
b. Erosi dari bagian pusat tulang rawan dan penembusan pembuluh-pembuluh darah.
c. Tulangnya diendapkan pada pecahan-pecahan tulang rawan yang bercerai-berai (Disintegrating cartilage) (Endokondral)
B. Berkumpulnya Spikula-Spikula (Specules) untuk membentuk tulang anyaman
C. Erosi Sekunder
D. Pembentukan kembali
1. Dalam bentuk tulang spons (Spongy) baru
2. Dalam bentuk tulang padat (Campact)
Darah dan Pembentukan Darah
Mesenkima (mesenchyme), suatu jaringan penyambung embrional (Embyonic connective tissue) yang berasal dari mesoderm, mengandung sel-sel khas yang berbentuk bintang dan berhubyngan satu sama lain karena tonjolan-tonjolan selnya.
Darah dapat dipandang sebagai jaringan penyambung tyerspesialisasi yang dibentuk dari sel-sel bebas dan suatu matriks yang cair (Plasma). Sel-sel darah berkembang dalam jaringan retikuler organ-organ pembentuk darah dan masuk ke dalam aliran darah sebagi sel-sel yang sepenuhnya telah terbentuk.
Unsur-unsur struktural darah terdiri dari eritrosit, leukosit, dan platelet.
DARAH
Sel-sel darah merah (eritrosit)
Bila suatu tetesan darah mongering pada tepinya, sel-sel merahnya kehilangan cairannya dan berubah bentuknya.
OTOT
Sel-sel otot terspesialisasi untuk kontraksi ; yaitu, mengandung protein kontraktil yang dapat berubah dalam ukuran panjang, dan memungkinkan sl-sel untuk memendek, biasanya dibedakan tiga jenis otot : otot polos, otot kerangka, dan otot jantung. Otot kerangka (bercorak) dijumpai pada sosok otot tersebut yang bersambungan dengan kerangka tubuh dan berkaitan dengan gerakan badan otot jantung (juga bercorak) menyusun bagian dinding jantung yang kontraktil dan terlibat dalam pemompaan darah.
Oto polos ditemukan sebagai bagian dari dinding alat Viscera, yang berfungsi untuk mengubah keteguhan dinding organ-organ berongga seperti gaster, kandung kemih, dan uterus dan untuk mempengaruhi gerakan zat-zat melalui organ-organ berbentuk pipa.
OTOT KERANGKA
Sel-sel otot kerangka (yang juga disebut serat-serat) adalah sel-sel Silindris, berbentuk Prisma yang rata-rata 3 cm panjangnya di dalam Fasikulus (Fascicle) otot, beberapa serat otot berjalan dari satu ujung berkas ke ujung lainnya, oto-otot dari penampilan Morfologi yang persis sama dengan otot kerangka dijumpai pada berbagai tempat dimana ia tidak terikat pada tulang.
Jaringan Saraf (Nervous Tissue)
Jaringan yang paling rumit dalam tubuh kita adalah jaringan saraf. Jaringan saraf mempunyai fungsi utama sebagai pembuat pesan kimiawi (penghantar saraf dan hormon-hormon), system saraf itu dapat dibagi dalam suatu system saraf Periferal (Peripheral Nervous System) dan suatu system saraf sentral (Central Vernous System-CNS).
Sistem Peredaran ( Circulatory System)
System peredaran terdiri dari system pembuluh darah (Blood Vascular System) dan sisitem pembuluh limpa (atau getah bening) (Lymph Vascular System). System pembuluh darah terdiri atas (1) Jantung, sebuah organ yang memompa darah, (2) Kapiler, saluran kecil yang beranastomose, membelah diri dan menyediakan diri untuk pertukaran berbagai zat antara darah dan jaringan , dan (4) Vena, yang mengembalikan darah ke jantung.
ivCMbaFDsvzhMDXz
QKCDyd vkmdsfnlxatz, [url=http://wlhgfuichxms.com/]wlhgfuichxms[/url], [link=http://gyffwtyclquv.com/]gyffwtyclquv[/link], http://oenbdcomawjt.com/
RESUM HISTOLOGI
NAMA: HERNI HERNAWATI
NIM: 50540728
TUGAS SEMESTER PENDEK HISTOLOGI
DOSEN PA JOHAR MAKNUN M.SI
RESUME HISTOLOGI
Jaringan epitel terikat erat pada jaringan konektif yang terletak di bawahnya oleh selaput tipis yang disebut jaringan epitel berfungsi memelihara suatu selisih konsentrasi antara cairan pada suatu sisi lembaran selnya dan cairan pada sisi yang lain.
Epitel dengan lembaran setebal satu sel disebut epitel selapis, dan lembaran-lembaran epitel yang berlapis banyak disebut epitel berlapis.
Epitel Selapis Epitel Berlapis
Skuamosa (gepeng) Berlapis Skuamosa (gepeng)
Kuboida ( kubis ) Berlapis Kuboida ( kubis )
Kolomnar ( torak ) Berlapis Kolomnar ( torak )
Berlapis – Semu Transisional
Endothelium adalah jenis epitel selapis geluh darah, jantung, saluran limpa (getah bening) dan sum-sum tulang ia membentuk limpa. Mesotelium adalah jenis jaringan yang sama dengan yang dijumpai pada yang disebut membrane serosa yang menjadi pelapis rongga-rongga peritoneum, pleura dan pericardium dari tubuh. Akan tetapi, endotel dan mesotel itu tidak dapat dibedakan secara morfologis kecuali karena lokasinya. Mereka berasal dari mesoderm dan mesenkima dan dikatakan berkaitan dengan jaringan konektif (penyambung) primitif. Epitel transisional. Epitel transisional (peralihan) adalah suatu epitel berlapis dengan sel-sel permukaan yang tidak termasuk kategori yan benar-benar skuamosa, kubis, atau torak. Epitel transisional dijumpai dalam saluran urine dimana mereka telah menyesuaikan perpanjangan yang besar bila saluran itu terisi urin tempat terbaik untuk memeriksa jenis epitel ini adalah didalam kantung kemih. Jika ia tidak memanjang, sel-sel permukaanya tampak bulat, tetapi dalam posisi terlentang, sel-sel permukaanya tampak Skuamosa. Mereka dapat ditarik menjadi lembaran tipis, karena membran mereka membentuk lipatan-lipatan yang memberikan daerah membran ekstra dalam keadaan terlentang.
Jaringan Konektif Sejati
Dalam jaringan konektif (penyambung) dan penunjang, susunan sel dan bahan interseluler sangat berbeda dari yang terlihat pada epitel. Sel-sel itu tidak terdapat berimpitan rapat satu sama lainnya dalam bentuk lembaran lembaran atau tali, tetapi mereka lebih kurang terletak berpencaran kadang-kadang tidak berhubungan satu sama lain.
Jenis sel yang paling sering terdapat dalam jaringan ini mempunyai bentuk bercabang tak teratur, kadang-kadang disebut Stellata. Nukleusnya agak menggelembung dan Sitoplasmanya agak granuler dan memanjang dalam bentuk proses. Dalam jaringan konektif (jaringan yang mengandung matriks lunak, dan lentur) yang tersusun secara longgar, sel-sel itu disebut Fibroblas, dalam tulang-rawan, mereka disebut Kondrosit, dan dalam tulang, Osteosit.
Sel Jaringan Penyambung
Fibroblast, jaringan penyambung. Primitive berkembang dari mesoderm dan secara rostal dari Ektoderm. Ia merupakan suatu kumpulan bahan dasar yang lunak dan menyerupai jelai dengan bebeapa sel yang terpancar lebar, yang tampak tipis dan seperti laba-laba. Populasi Fibroblas dalam jaringan penyambung tidak statis atau tetap. Jika terjadi luka, Fibroblas baru dapat dicari dari populasi sel-sel Mesenkima yang belum terdiferensiasi yang tampaknya bertahan dalam jaringan setelah perkembangan embrional mereka. Suatu mikrograf elektron dari Fibroblas yang aktif dilukiskan dan menunjukan sel dengan nuklens besar, dere5tan-deretan luas dari reticulum endoplasma kasar sisterna, ribosom, suatu komples golgi, dan Mitokondria – suatu sel yang tampaknya aktif membuat bahan untuk tujuan sekresi.
Pembentukan serat-serat kolagen terjadi sebagai berikut : asam amino disentesa menjadi rantai-rantai polipeptida dalam kaitan dengan riboson dari reticulum endoplasma kasar, protein yangterbentuk itu dibawa kekompleks Golgi dan diproses lebih lanjut.
Tulang Rawan (Cartilage)
Dalam jaringan-jaringan penunjang seperti tulang rawan dan tulang, sifat matriksnya bervariasi. Dalam tulangrawan, bahan dasarnya setengah rapuh dan mengandung suatu kompleks protein karohidrat yang dikenal sebagai kondromukoid, pada hidrolisis parsial kondromukoid itu menghasilkan asam sulfat kondroitin. Kondromukoid adalah PAS positif dan basofil dan berwarna biru secara metakromotis dengan toluidin, karena ia mengandung kondroitin sulfat sebagai Proteoglikan yang terkemuka dalam bahan dasar.
PERKEMBANGAN TULANG RAWAN
Tulang rawan merupakan kerangka pada embrio dan pada individu dewasa, gelengan-gelengan trakea menjadi contohnya. Dalam seluruh matriks serat-serat kolagen terdapat banyak serat tulang rawan yang terjalin satu sama lain seperti halnya di dalam matriks cair dari jaringan areolar, sel-selnya terletak dalam ruangan-ruangan kecil dalam matriks yang disebut lacuna.
Jenis-jenis tulang rawan
Tulang rawan terdapat dalam tiga bentuk berserat (Fibrous), hlain dan elastic ; bentuk-bentuk ini dibedakan karena sifat-sifat mereka, perbandingan relative dari jenis-jenis seratnya, konsistensi matriksnya, yang bervariasi dari lentur dan luwes (seperti pada tulang rawan Fibrosa) sampai elastic dan mudah dibentuk (tulang rawan elastic) sampai ulet dan kuat mendukung beban (tulang rawan hialin). Fungsi tulang rawan beraneka ragam dan berguna untuk organisme dalam banyak cara.
Tulang
Pembandingan antara tulang dan tulang rawan sebagai jaringan
Baik tulang maupun tulang rawan adalah bentuk-bentuk jaringan penyambung padat yangterspesialisasi, yang matriksnya lentur dan luwes, kedua jaringan itu melakukan fungsi kerangka yang bersifat structural dan menanggung beban di dalam tubuh. Tulang secara arsitektur direncanakan sebagai jaringan yang ringan tapi luar biasa kuat untuk menanggung beban yang garis-garis kekuatannya mengikuti garis-garis tekanan yang diakibatkan oleh dukungan beban, untuk melaksanakan hal ini, matriksnya termineralisasi sepanjang susunansusunan serat yang tinggi pengorganisasiannya.
Pada kedua jaringan itu, sel-sel yang membentuk dan memelihara matriks terperangkap di dalam kulit keras matriks yang disebut Lakuna, tetapi bentuk dan penyebaran Lakuna ini bersifat khas untuk masing-masing jenis jaringan.
PERKEMBANGAN
Tulang selalu terbentuk dalam kerangka jaringan penyambung ( connective tissue) yang telah ada sebelumnya.
A. Pembentukan Spikula-Spikula Matriks
1. Intramembran (intramembranous) – Spikula-Spikulanya langsung diendapkan dalam mesenkima (mesenchyme)
2. Penggantian tulang rawan (Cartilage replacement)
a. Pembentukan tulang sekeliling bagian luar dari tulang rawan (Perikondral)
b. Erosi dari bagian pusat tulang rawan dan penembusan pembuluh-pembuluh darah.
c. Tulangnya diendapkan pada pecahan-pecahan tulang rawan yang bercerai-berai (Disintegrating cartilage) (Endokondral)
B. Berkumpulnya Spikula-Spikula (Specules) untuk membentuk tulang anyaman
C. Erosi Sekunder
D. Pembentukan kembali
1. Dalam bentuk tulang spons (Spongy) baru
2. Dalam bentuk tulang padat (Campact)
Darah dan Pembentukan Darah
Mesenkima (mesenchyme), suatu jaringan penyambung embrional (Embyonic connective tissue) yang berasal dari mesoderm, mengandung sel-sel khas yang berbentuk bintang dan berhubyngan satu sama lain karena tonjolan-tonjolan selnya.
Darah dapat dipandang sebagai jaringan penyambung tyerspesialisasi yang dibentuk dari sel-sel bebas dan suatu matriks yang cair (Plasma). Sel-sel darah berkembang dalam jaringan retikuler organ-organ pembentuk darah dan masuk ke dalam aliran darah sebagi sel-sel yang sepenuhnya telah terbentuk.
Unsur-unsur struktural darah terdiri dari eritrosit, leukosit, dan platelet.
DARAH
Sel-sel darah merah (eritrosit)
Bila suatu tetesan darah mongering pada tepinya, sel-sel merahnya kehilangan cairannya dan berubah bentuknya.
OTOT
Sel-sel otot terspesialisasi untuk kontraksi ; yaitu, mengandung protein kontraktil yang dapat berubah dalam ukuran panjang, dan memungkinkan sl-sel untuk memendek, biasanya dibedakan tiga jenis otot : otot polos, otot kerangka, dan otot jantung. Otot kerangka (bercorak) dijumpai pada sosok otot tersebut yang bersambungan dengan kerangka tubuh dan berkaitan dengan gerakan badan otot jantung (juga bercorak) menyusun bagian dinding jantung yang kontraktil dan terlibat dalam pemompaan darah.
Oto polos ditemukan sebagai bagian dari dinding alat Viscera, yang berfungsi untuk mengubah keteguhan dinding organ-organ berongga seperti gaster, kandung kemih, dan uterus dan untuk mempengaruhi gerakan zat-zat melalui organ-organ berbentuk pipa.
OTOT KERANGKA
Sel-sel otot kerangka (yang juga disebut serat-serat) adalah sel-sel Silindris, berbentuk Prisma yang rata-rata 3 cm panjangnya di dalam Fasikulus (Fascicle) otot, beberapa serat otot berjalan dari satu ujung berkas ke ujung lainnya, oto-otot dari penampilan Morfologi yang persis sama dengan otot kerangka dijumpai pada berbagai tempat dimana ia tidak terikat pada tulang.
Jaringan Saraf (Nervous Tissue)
Jaringan yang paling rumit dalam tubuh kita adalah jaringan saraf. Jaringan saraf mempunyai fungsi utama sebagai pembuat pesan kimiawi (penghantar saraf dan hormon-hormon), system saraf itu dapat dibagi dalam suatu system saraf Periferal (Peripheral Nervous System) dan suatu system saraf sentral (Central Vernous System-CNS).
Sistem Peredaran ( Circulatory System)
System peredaran terdiri dari system pembuluh darah (Blood Vascular System) dan sisitem pembuluh limpa (atau getah bening) (Lymph Vascular System). System pembuluh darah terdiri atas (1) Jantung, sebuah organ yang memompa darah, (2) Kapiler, saluran kecil yang beranastomose, membelah diri dan menyediakan diri untuk pertukaran berbagai zat antara darah dan jaringan , dan (4) Vena, yang mengembalikan darah ke jantung.
Pa Johar